loading...

Tuesday, 21 March 2017

Pesan Rasulullah Jangan Menghalalkan Segala Cara

loading...
loading...

Pesan Rasulullah Jangan Menghalalkan Segala Cara, -Di dalam melakukan segala aktivitas, ajaran Islam menyuruh umatnya untuk senantiasa memperhatikan tiga hal pokok, agar akhir dari aktivitas itu adalah kebaikan. Kebaikan itu baik untuk dirinya maupun bagi masyarakat secara keseluruhan, baik di dunia ini maupun di akhirat nanti. Amal saleh yang sangat dicintai Allah SWT yang akan melahirkan kecintaan sesama manusia, adalah amal yang merangkum tiga hal tersebut, yang pada akhirnya akan mewujudkan kehidupan yang baik di dunia, dan balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT, kelak kemudian hari.

Perhatikan firman Allah SWT berikut ini: Barangsiapa yang beramal saleh, laki-laki ataupun perempuan, dalam keadaan beriman, maka akan Kami berikan kehidupan yang baik baginya, dan akan Kami balas mereka dengan pahala yang lebih baik dari amal perbuatan mereka. (QS 16: 97).

Bagi seorang Muslim yang bertauhid dan yang yakin akan pembalasan dari Allah SWT, tidak akan mungkin menghalalkan segala macam cara untuk mencapai sesuatu tujuan, apalagi tujuan yang sifatnya pragmatis dan sesaat, seperti materi, jabatan ataupun kedudukan. Tidak mungkin seorang Muslim melakukannya sambil memfitnah lawan-lawannya apalagi sesama Muslim, menyebarkan isu dan berita bohong, mengancam dengan tindakan kekerasan, menghasut masyarakat banyak yang tidak tahu-menahu untuk berpihak kepadanya.

Rasulullah saw bersabda, ''Seorang Muslim tidak boleh menzalimi, mendustakan, serta menghina dan merendahkan martabat sesamanya. Kemudian Rasulullah saw menunjuk dadanya sambil berisyarat bahwa takwa itu ada di sini, yang memberikan pengertian bahwa sangat buruklah Muslim yang merendahkan martabat Muslim lainnya,'' (HR Bukhari-Muslim).

Jika seseorang mengaku sebagai Muslim, apalagi sebagai tokoh yang seharusnya perilakunya menjadi suri teladan yang lainnya, kemudian perilaku politiknya sangat bertentangan dengan akhlak dan etika Islami, seperti menghujat, memfitnah, berkhianat, mengadu domba, memprovokasi massa untuk melakukan tindakan kekerasan dan perusakan, maka sama dengan ingin melepaskan imannya yang ada di dalam kalbunya, persis seperti terlepasnya anak panah dari busurnya. Bahkan, Alquran menyebutnya sebagai perilaku nifak dan kemunafikan.

Firman Allah SWT: Dan apabila orang itu berpaling, ia berjalan di muka bumi untuk membuat kerusakan, merusak tanaman dan binatang ternak, padahal Allah tidak menyukai kebinasaan. Dan apabila dikatakan kepadanya: bertakwalah kepada Allah, maka bangkitlah kesombongannya dalam berbuat dosa ... (QS 2:205-206).
Pesan Rasulullah Jangan Menghalalkan Segala Cara

loading...