loading...

Tuesday, 21 March 2017

Perlindungan Kehormatan dan Pemeliharaan Kemulian Manusia Dijunjung Tinggi Islam.

loading...
loading...

Perlindungan Kehormatan dan Pemeliharaan Kemulian Manusia Dijunjung Tinggi Islam-, Alhamdulillah, proses demokratisasi dalam masa reformasi ini berlangsung dengan baik. Sebagian besar masyarakat sudah tidak lagi merasa khawatir untuk menyuarakan isi hatinya. Sementara itu pers juga makin bebas melakukan kritik, termasuk kepada Kepala Negara. Dua hal ini tidak pernah terjadi pada dua masa pemerintahan sebelumnya.

Islam sendiri sangat menghargai kebebasan berpikir dan kebebasan berpendapat. Bahkan, Nabi Muhammad saw menyatakan bahwa perbedaan pendapat di antara umatnya merupakan rahmat. Ini menunjukkan bahwa kebebasan berpikir dan berpendapat merupakan dasar dakwah beliau.

Agar kebebasan itu tidak melenceng dan merugikan orang banyak, kita oleh agama diharuskan untuk tetap memegang teguh kaidah dan moral agama. Ini penting untuk kita patuhi, mengingat perlindungan kehormatan dan pemeliharaan kemulian manusia sangat dijunjung tinggi oleh Islam.

Wahai orang-orang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum lainnya (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-ngolok) ... (QS al-Hujurat: 11). Dalam kaitan ayat ini, kita dilarang untuk menghina dan meremehkan orang lain karena sebab yang tidak jelas. Baik olok-olok itu berupa ungkapan, isyarat, atau cara-cara lain yang menunjukkan penghinaan. Hal ini jelas merupakan kezaliman, dibenci dan dimusuhi Allah karena dapat memecah belah jamaah (komunitas). Padahal, Allah menyuruh kaum Muslimin bersatu padu atas dasar kasih sayang dan cinta-mencintai.

Tanpa ada bukti-bukti yang jelas, kita juga dilarang untuk berprasangka buruk terhadap seseorang. Wahai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. (QS 49: 12).

Islam juga melarang kita untuk menggunjing. Apalagi kalau gunjingan itu punya tujuan buruk, dengan melemparkan fitnah, misalnya. Sebab, gunjingan seperti itu bisa berakibat suatu masalah yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui musyawarah, tapi akhirnya menjadi berkepanjangan dan bahkan dapat mengguncangkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena itu, Islam memperingatkan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. (QS: 2:191).

Kita juga dilarang untuk mencari-cari kekurangan dan kelemahan orang lain, karena bisa berdampak pada kebencian dan rasa dendam. Untuk itu, Islam mengharuskan agar kita selalu introspeksi terhadap kekurangan dan kelemahan kita sendiri, hingga kita tidak menjadi sombong, angkuh, dan takabur.

Kita juga diminta agar menyaring betul-betul segala informasi dan berita yang kita terima. Apalagi jika datangnya dari orang yang tidak bertanggung jawab, dan punya tujuan tertentu. Hai orang-orang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa berita hendaknya kamu periksa dengan teliti agar kamu tidak menimpakan musibah pada suatu kaum karena kecerobohan, maka kamu akan menyesali tindakanmu itu. (QS: 49:6).

Ayat tersebut juga mengingatkan kita agar berhati-hati terhadap media massa yang memberitakan hal-hal yang tidak dicek kebenarannya dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Karena berita bohong adalah fitnah, besar bahaya dan dosanya.
Perlindungan Kehormatan dan Pemeliharaan Kemulian Manusia Dijunjung Tinggi Islam.

loading...