loading...

Wednesday, 22 March 2017

Fungsi Transportasi Dalam Pembangunan

loading...
loading...

Fungsi transportasi dalam pembangunan,- Sistem transportasi merupakan sebuah sektor tersier. Sektor tersier yaitu sektor yang menyediakan jasa pelayanan kepada sektor-sektor lain (pertanian, perindustrian, perdagangan, pertambangan,pendidikan, kesehatan, pariwisata dan lainnya) karena sektor-sektor tersebut membutuhkan jasa transportasi untuk mengangkut barang dan atau manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Permintaan jasa transportasi dari sektor lain menyebabkan timbulnya penyediaan jasa transportasi itu berasal dari atau di turunkan dari permintaan sektor lain, yang berarti diderivasi dari sektor lain, maka permintaan jasa transportasi itu dapat disebut sebagai derived demand.
Fungsi transportasi dalam pembangunan

Fungsi transportasi adalah memindahkan atau mengangkut muatan dari suatu tempat ke tempat lain, yaitu dari tempat asal ke tempat tujuan. Berpindahnya barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan itu umumnya memberikan manfaat dan kegunaan yang lebih besar. Transportasi memiliki kegunaan waktu atau time utility. Teknologi transportasi berhasil membuat sarana transportasi yang berkecepatan tinggi, sehingga dapat melayani perjalanan dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan perjalanan yang ditempuh dengan jalan kaki. Lebih cepat sampainya di tempat tujuan menyebabkan kondisi dan kualitas barang dagangan dalam keadaan tetap segar sehingga harganya tetap tinggi.

Jasa transportasi yang semakin berkualitas dan berkapasitas, maka hambatan ruang dan waktu dalam transportasi global dapat diatasi, dengan transportasi modern dapat dijangkau seluruh negara di dunia dan seluruh daerah dalam negara. Sektor transportasi harus melayani pengangkutan barang-barang yang tersebar di dunia dengan jumlah besar, yang diangkut secara efektif dan efisien, dalam waktu perjalanan yang lebih cepat, biaya yang rendah dan memenuhi persyaratan keselamatan. Fungsi transportasi dikatakan sebagai penunjang pembangunan teori dan analisis dikaitkan dengan jaringan transportasi ditunjukan oleh susunan kota-kota (besar, sedang, dan kecil) yang tersusun secara hirarkis, yang dihubungkan dengan prasarana transportasi (jalan) yang tersebar diseluruh wilayah, yang membentuk suatu struktur dan pengembangan wilayah. Wilayah pengembangan yang satu mempunyai keterkaitan jasa distribusi dengan wilayah-wilayah pengembangan yang lainnya, sehingga terbentuklah jaringan transportasi yang lebih luas.

Transportasi memiliki fungsi sebagai sektor pendorong, yang dimaksud penyediaan fasilitas transportasi untuk membuka daerah-daerah terisolasi, terpencil, tertinggal dan perbatasan. Daerah-daerah tersebut belum terjangkau oleh pelayanan transportasi atau tersedianya fasilitas transportasinya sangat terbatas. Pelayanan transportasi dengan pusat pelayanan yang terletak tidak jauh ke daerahdaerah terisolasi, terpencil, tertinggal dan perbatasan, akan menjadikan interaksi antara keduanya lebih terjalin dan bertambah ramai. Tersedianya jaringan transportasi yang menghubungkan ke seluruh kota dan pusat produksi di seluruh wilayah memberikan kesempatan dan mendorong pengembangan dan meningkatkan pertambahan output, yang berarti meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi daerah dapat lebih dipicu peningkatannya apabila didukung oleh pelayanan transportasi yang baik, berkapasitas dan tersedia ke seluruh wilayah.

loading...