loading...

Wednesday, 22 March 2017

10 Hal Yang Dikhawatirkan Rasulullah Terhadap Umatnya

loading...
loading...

Rasulullah saw. sangat cinta kepada umatnya. Karena itu, beliau khawatir bila kondisi buruk terjadi pada umat ini. Beliau ungkapkan sejumlah kekhawatiran yang sekaligus peringatan.

1. PEMIMPIN YANG MENYESATKAN 
Pemimpin merupakan sesuatu yang amat dibutuhkan. Karena itu, Rasulullah saw. khawatir bila pemimpin menyesatkan. Beliau bersabda, yang artinya, "Sesungguhnya kekhawatiran yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah pemimpin yang menyesatkan" (HR Ahmad dan Thabrani).

Di dalam Al-Qur an, Allah SWT juga melarang orang yang beriman untuk menjadikan orang yang mempermainkan agama sebagai pemimpin. Hal itu dikategorikan sebagai pemimpin yang cenderung menyesatkan. Allah berfirman, yang artinya:

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan pemimpinmu orang-orang yang membuat agamamu jadi bahan ejekan dan permainan,... (al-Maa'idah: 57)
10 Hal Yang Dikhawatirkan Rasulullah Terhadap Umatnya

2. RIYA
Setiap Mukmin harus membuktikan keimanannya dalam bentuk amal saleh. Yang amat dikhawatirkan oleh Nabi Muhammad saw. adalah bila amal dilakukan tidak dengan niat yang ikhlas. Rasulullah saw. bersabda, Yang artinya:

Sesungguhnya kekhawatiran yang paling aku khawatirkan atasmu adalah syirik yang kecil. Sahabat bertanya, 'Apakah syirik yang kecil itu? Beliau menjawab, riya. (HR Ahmad) 

3. PERZINAAN 
Perzinaan dalam berbagai bentuknya merupakan sesuatu yang amat nista karenanya perzinaan harus dijauhi. Allah SWT berfirman, yang artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk"(al-lsraa: 32)

Dalam sejarah para Nabi, Nabi Luth merupakan seorang nabi yang harus bekerja keras untuk mencegah umatnya dari melakukan perzinaan, Rasulullah saw. amat khawatir bila pada umatnya terjadi kasus yang sama. Beliau bersabda, yang artinya: "Sesungguhnya kekhawatiran yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah perbuatan kaum Luthâ" (HR Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Maajah, dan Hakim)

4. MUNAFIK YANG PINTAR BERBICARA 
Kekhawatiran Nabi bila ada munafik yang pintar bicara karena bukan hanya orang yang bodoh yang ditipu, tetapi juga orang-orang pintar. Oleh karena itu, katun Muslimin harus bersikap tegas dalam menghadapinya Allah SWT berfirman, yang artinya:

"Maka mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah mengembalikan mereka (kepada kekafiran), disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang yang telah dibiarkan sesat oleh Allah? Barangsiapa dibiarkan sesat oleh Allah, kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya" (an-Nisaa': 88)

Kekhawatiran Nabi akan kemungkinan adanya munafik yang pintar bicara terdapat dalam haditsnya, yang artinya: "Kekhawatiran yang paling aku khawatiri atas umatku adalah setiap mu- 
nafik yang pintar bicara" (HR Ibnu Adi dari Umar r.a.)

5. KESESATAN HAWA NAFSU
Hawa nafsu adalah kecenderungan jiwa manusia kepada syahwat.  Secara harfiah, hawa mengandung arti turun dari atas ke bawah, tetapi lebih mengandung konotasi negatif. Demikian menurut Dr. Achmad Mubarok M.A. dalam bukunya Jiwa dalam Al-Quran. Beliau juga mengutip pendapat al-Raghib al-Isfahani bahwa penyebutan kata hawa mengandung arti bahwa pemiliknya akan jatuh ke dalam keruwetan besar ketika hidup di dunia dan di akhirat akan dimasukkan ke dalam neraka Hawiyyah. Kekhawatiran Nabi disebutkan dalam haditsnya, yang artinya:

"Aku khawatir atas umatku sepeninggalku tiga perkara: kesesatan hawa nafsu , mengikuti syahwat yang terkait dengan perut dan kelamin, dan kelalaian sesudah mengetahui." (HR Hakim)

6. MENGIKUTI SYAHWAT 
Secara harfiah, syahwat mengandung arti menyukai atau menyenangi. Orang yang mengikuti syahwat adalah orang yang menyukai sesuatu dengan melanggar ketentuan-ketentuan yang datang dari Allah. Rasulullah saw. amat mengkhawatirkan hal ini. Secara garis besar, mengikuti syahwat meliputi tiga cakupan. Pertama, berpaling dari kebenaran syariat Islam. Allah SWT berfirman, yang artinya:

"Allah hendak menerangkan (syariat-Nya) kepadamu, dan menunjukkan jalan-jalan (kehidupan) orang yang sebelum kamu (para nabi dan orang-orang saleh) dan Dia menerima tobatmu. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana. Dan Allah hendak menerima tobatmu sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran )." (an-Nisaa': 26-27)

Kedua, kesenangan secara berlebihan pada kenikmatan duniawi Allah SWT berfirman, yang artinya: "Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Aliahlah tempat kembali yang baik" (Ali Imran: 1 4)

Ketiga, syahwat dalam masalah seksual. Allah SWT berfirman, yang artinya: "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas" (al-A'raaf: 80-81)

7. LALAI MESKIPUN TAHU 
Nabi Muhammad saw. amat khawatir bila umatnya kelak melalaikan ketentuan, padahal memahaminya. Hal ini akan membuatnya memperoleh adzab yang sangat pedih dalam kehidupan akhirat nanti. Rasulullah saw. bersabda, yang artinya:

"Orang yang paling pedih siksaannya pada hari Kiamat adalah seorang yang alim (berilmu), tetapi Allah tidak menjadikannya bermanfaat dengan ilmunya" (HR Baihaqi)

8. KELALIMAN PEMIMPIN 
Rasulullah saw. amat khawatir terhadap adanya pemimpin yang lalim dan umat Islam tidak boleh menaatinya beliau. Bersabda, "Aku khawatir atas umatku sepeninggalku tiga perkara, yaitu kelaliman penguasa, percaya kepada ahli nujum, dan mendustakan takdir," (HR Ibnu Asakir)

9. PERCAYA KEPADA NUJUM 
Percaya kepada ahli nujum merupakan salah satu dari bentuk pengotoran keyakinan. Rasulullah saw. bersabda, yang artinya: "Barangsiapa mendatangi dukun peramal dan bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka shalatnya selama empat puluh malam tidak akan diterima" (HR Muslim)

10. MENDUSTAKAN TAKDIR 
Secara harfiah, takdir artinya kadar, ukuran, atau batas. Sebagai manusia, kita juga ditakdirkan oleh Allah SWT dengan takdir-takdir tertentu. Namun sebagai manusia kita juga ditakdirkan untuk memilih takdir, misalnya memilih wilayah yang tidak terserang wabah dan ini juga
takdir. Allah SWT berfirman, yang artinya: "Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah , dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri.  Kami mengutusmu (Muhammad) menjadi Rasul kepada (seluruh) manusia. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi." (an-Nisaa': 79) 

loading...