loading...

Saturday, 17 September 2016

Kiat Menghadapi Ujian Cobaan Hidup Dari Allah Menjadi Bahagia

loading...
loading...

Musibah atau masalah yang menimpa manusia terbagi menjadi tiga; Bila menimpa seorang muslim yang taat disebut UJIAN. Bila menimpa kepada seorang muslim yang bermaksiat dinakaman musibah. Bila menimpa orang kafir disebutnya adzab.
Kiat Menghadapi Ujian Cobaan Menjadi Bahagia
Dalam Q.S. al-Ankabut(29): 2 disebutkan bahwa orang yang beriman pasti akan diuji guna meningkatkan kualitas imannya.
أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتۡرَكُوٓاْ أَن يَقُولُوٓاْ ءَامَنَّا وَهُمۡ لَا يُفۡتَنُونَ٢
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi.”

Seperti halnya anak sekolah yang duduk dibangku SD tentu soal ujiannya akan berbeda dengan SMP. Soal ujian tingkat SMP pun berbeda dengan soal ujian SMA bagitulah seterusnya. Ketika kita ingin sampai ke derajat yang lebih tinggi harus bisa melewati ujian seperti halnya anak SD tadi yang ingin melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni SMP. Hanya logam mas lah yang akan di tes keasliannya, sedangkan logam yang lain tidak akan di tes.

Keimanan seseorang akan mempengaruhi ujian yang diberikan oleh Allah. Kita bisa membaca didalam Quran bagaimana ujian yang menimpa Nabi dan Rosul, tentu akan berbeda dengan ujian yang menimpa kita. Semakin tinggi pohon menjulang akan semakin kencang angin berhembus.

وَهُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ وَكَانَ عَرۡشُهُۥ عَلَى ٱلۡمَآءِ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۗ وَلَئِن قُلۡتَ إِنَّكُم مَّبۡعُوثُونَ مِنۢ بَعۡدِ ٱلۡمَوۡتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ مُّبِينٞ ٧

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”. Q.S. Huud (11) : 7.

Jangan merasa bangga ketika kita tidak diuji, ini mengindikasikan bahwa kualitas diri kita sangat jelek. Karena orang yang berkualitas adalah orang yang bisa melewati ujian. Sebongkah besi dipanaskan dengan suhu yang sangat tinggi lalu ditempa lalu dicelupkan ka air, dipanaskan lagi, ditempa lagi, di celupkan ke air lagi, akan menghasilkan pedang yang bernilai tinggi. Bandingkan dengan sebongkah besi yang tidak ditempa sekalipun, sungguh akan sangat murah dan tak bernilai harganya.

Doel Sumbang seorang penyanyi kenamaan pernah bersyair lewat lagunya: “Hidup seperti orang yang mendaki gunung. Setelah di puncak akan melihat pemandangan indah.” Tentu saja akan melihat pemandangan indah itu hanya orang yang bisa menaklukan tanjakan dan sampai di puncak. Orang yang gugur di tengah jalan tidak akan merasakan hal itu.

Dalam Q.S. Al-Baqoroh (2): 155, Allah akan menguji manusia dengan 5 perkara:

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَيۡءٖ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٖ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ ١٥٥

“Dan sungguh kana Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”

Ujian tidak hanya berupa keburukan tapi kenikmatan pun bisa jadi ujian.

كُلُّ نَفۡسٖ ذَآئِقَةُ ٱلۡمَوۡتِۗ وَنَبۡلُوكُم بِٱلشَّرِّ وَٱلۡخَيۡرِ فِتۡنَةٗۖ وَإِلَيۡنَا تُرۡجَعُونَ ٣٥

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan”. Q.S. Al Anbiyaa (21): 35.

A. Sikap Seorang Muslim Ketika Diuji Oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

1. Bersyukur.
Ketika Nabi Sulaiman diberikan dengan berbagai macam kenikmatan berupa kekuasaan, harta dan segalanya beliau berkata bahwa semua itu adalah karunia dari Allah untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau kufur. Sebagaimana terbaca dalam Q.S. an-Naml(27) : 40.

قَالَ ٱلَّذِي عِندَهُۥ عِلۡمٞ مِّنَ ٱلۡكِتَٰبِ أَنَا۠ ءَاتِيكَ بِهِۦ قَبۡلَ أَن يَرۡتَدَّ إِلَيۡكَ طَرۡفُكَۚ فَلَمَّا رَءَاهُ مُسۡتَقِرًّا عِندَهُۥ قَالَ هَٰذَا مِن فَضۡلِ رَبِّي لِيَبۡلُوَنِيٓ ءَأَشۡكُرُ أَمۡ أَكۡفُرُۖ وَمَن شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشۡكُرُ لِنَفۡسِهِۦۖ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيّٞ كَرِيمٞ ٤٠

“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”

2. Dilarang Berburuk Sangka.
Janganlah kita berprasangka jelek kepada Allah ketika kita. Mungkin itu baik bagi kita. Allah Maha Tahu, manusia sok tahu. Allah sayang kepada kita dengan memberikan kita kefakiran itu supaya kita lebih dekat kepadaNya. Mungkin saja ketika kita diberi banyak harta, uang dan kedudukan malah kita jadi lupa pada Allah. Banyak orang yang tadinya miskin giat ke masjid, ke pengajian dan lain sebagainya. Tapi ketika dia kaya, dia tidak sholat karena disibukkan dengan harta dan kedudukannya. Yang tadinya ketika kita miskin kita banyak berinteraksi dengan semua orang, rendah hati dan baik hati, tapi apabila kita jadi kaya kehidupan kita malah jadi sebaliknya. Itulah cara Allah menyayangi makhluk-Nya dengan cara memiskinkan di dunia tetapi mengkayakan di surga.
Populer, Hadits Dhoif Dijadikan Hujjah
Kadang kita sering berburuk sangka pada Allah, padahal seorang ibu tidak memberikan pisau yang diminta anaknya yang masih kecil, bukan berarti sang ibu benci pada anaknya tapi justru sayang pada anaknya.

…….وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ ٢١٦
“……boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidakmengetahui.” Q.S. Al-Baqoroh(2): 216.

“Sesungguhnya diantara hamba-Ku ada orang yang tidak kuat imannya kecuali jika ia kaya dan jika Aku jadikan ia fakir pasti ia kufur. Sesungguhnya diantara hamba-Ku ada orang yang tidak kuat imannya kecuali jika ia fakir dan jika Aku jadikan ia kaya pasti dai kufur. Sesungguhnya diantara hamba-Ku ada orang yang tidak kuat imannya kecuali jika ia sakit dan jika Aku jadikan ia sehat pasti ia kufur. Sesungguhnya diantara hamba-Ku ada orang yang yang tidak kuat imannya kecuali jika ia sehat dan jika ia sakit pasti ia kufur”. H.R. al-Khothiib.

Pada saat Nabi Sulaiman mempunyai kuda yang sangat bagus, beliau lupa pada Allah, lalu Allah mengingatkan beliau. Seketika itu pula Nabi Sulaiman langsung memberikan kuda tersebut kepada orang lain dan Allah pun langsung mengganti dengan angin yang bagus yang bisa Nabi Sulaiman tunggangi kemanapun beliau pergi. Bisakah kita seperti Nabi Sulaiman?.

3. Yakin Bahwa Ujian Tidak Melebihi Batas Kemampuan Manusia.
Yakinlah bahwa Allah tidak akan menguji manusia melebihi batas kemampuan manusia tersebut.

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفۡسًا إِلَّا وُسۡعَهَاۚ ……

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya ..”Q.S. Al-Baqoroh(2): 286.

4. Dilarang Kufur Nikmat.

Memang tabiat manusia cenderung kufur nikmat,

فَأَمَّا ٱلۡإِنسَٰنُ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ رَبُّهُۥ فَأَكۡرَمَهُۥ وَنَعَّمَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَكۡرَمَنِ ١٥وَأَمَّآ إِذَا مَا ٱبۡتَلَىٰهُ فَقَدَرَ عَلَيۡهِ رِزۡقَهُۥ فَيَقُولُ رَبِّيٓ أَهَٰنَنِ ١٦

“Adapun manusia apabila Tuhan-nya mengujinya, lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan maka dia berkata: Tuhanku telah memuliakanku. Adapun bila Tuhannya mengujinya, lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata: Tuhanku telah menghinakanku.” Q.S. Al-Fajr(89): 15-16.


فَإِذَا مَسَّ ٱلۡإِنسَٰنَ ضُرّٞ دَعَانَا ثُمَّ إِذَا خَوَّلۡنَٰهُ نِعۡمَةٗ مِّنَّا قَالَ إِنَّمَآ أُوتِيتُهُۥ عَلَىٰ عِلۡمِۢۚ بَلۡ هِيَ فِتۡنَةٞ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ ٤٩

“Maka apabila mereka ditimpa bahaya, ia menyeru Kami, kemudian apabila kami berikan kepadanya nikmat dari Kami, ia berkata: Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku. Sebenarnya itu hanya ujian, tetapi kebanyakn mereka itu tidak mengetahui.”Q.S. Az-Zumar(39): 49.

Hidup dan mati pun adalah ujian supaya amal kita lebih baik.

تَبَٰرَكَٱلَّذِي بِيَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ ١ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُٱلۡغَفُورُ ٢

“Maha Suci Allah yang ditangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”Q.S. Al-Mulk (67): 1-2.

Ada ungkapan berbunyi: “Orang hidup pasti punya masalah,masalah untuk orang yang hidup, kalau tidak mau punya masalah; sudah jangan hidup, mati saja sekalian. Karena hidup itu sendiri pun merupakan masalah”. Malah menurut ayat di atas, mati pun merupakan ujian; baik bagi orang yang mati tersebut (sebaik apa amal perbuatannya di dunia) maupun bagi orang yang ditinggal mati
Masalah atau ujian merupakan konsekuensi orang yang hidup karena hidup itu sendiri adalah masalah. Ujian dan hidup ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Menurut para psikolog, ketika seorang laki-laki mempunyai masalah, dia cenderung menyendiri dan merenung memecahkan masalah tersebut tetapi lain halnya dengan halnya wanita, justru mereka lebih cenderung menumpahkan masalah tersebut kepada orang lain. Dalam konteks berumah tangga masalah inilah yang paling banyak mengundang pertengkaran apabila kita tidak bijak dalam menyikapinya. Disatu sisi lelaki ingin merenung di sisi lain wanita ingin curhat.

K.H Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa Aa Gym pernah berkata: “Sebenarnya masalah itu timbul (bahkan besar) bukan karena masalah itu sendiri, tetapi masalah timbul karena kita salah dalam menyikapi masalah tersebut”. Memang bagus ketika kita curhat barangkali orang lain dapat memberikan solusi atau minimal kita jadi merasa ngemplong setelah apa yang ada dalam hati “termuntahkan”. Hanya saja kita harus selektif dalam memilih orang yang akan kita ajak curhat. Alih-alih cari solusi malah jadi masalah karena orang yang kita ajak curhat membocorkan dan menyebarkan rahasia kita tersebut.

5. Berdoa Supaya Allah Melapangkan Dada.

Mohonlah kepada Allah supaya dada kita menjadi lapang karena hanya dada yang lapanglah yang dapat menerima segala ujian.
أَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَكَ صَدۡرَكَ ١
“Bukanlah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”. Q.S. Al-Insyirooh (94): 1.

Kenapa garam segenggam ditabur ke dalam gelas rasanya asin? Sedangkan garam 1kg ditabur ke dalam kolam air nya tidak asin? Itulah gambaran dada. Apabila dada/hati kita lapang masalah besar tidak ada artinya. Lain halnya apabila dada kita sempit. Masalah kecil pun jadi terasa sesak. Nabi Musa pun memohon supaya dilapangkan dadanya dengan mengucapkan doa yang sangat terkenal itu:

قَالَ رَبِّ ٱشۡرَحۡ لِي صَدۡرِي ٢٥وَيَسِّرۡ لِيٓ أَمۡرِي ٢٦وَٱحۡلُلۡ عُقۡدَةٗ مِّن لِّسَانِي ٢٧

“Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku dan mudahkanlah untukku urusanku dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku”.Q.S. Thoohaa(20): 25-27.


فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهۡدِيَهُۥ يَشۡرَحۡ صَدۡرَهُۥ لِلۡإِسۡلَٰمِۖ وَمَن يُرِدۡ أَن يُضِلَّهُۥ يَجۡعَلۡ صَدۡرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجٗا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي ٱلسَّمَآءِۚ كَذَٰلِكَ يَجۡعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجۡسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ ١٢٥

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”.Q.S. al-An’aam(6): 125.

6. Yakinlah Setiap Kesusahan Pasti Ada Kemudahan

Setiap tanjakan pasti akhirnya ada turunan.

فَإِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرًا ٥إِنَّ مَعَ ٱلۡعُسۡرِ يُسۡرٗا ٦

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”.Q.S. Al-Insyirooh(94): 5-6.

Hadapilah semua masalah dengan lapang dada jangan pernah lari dari masalah. Jangan pernah menyelesaikan masalah dengan hal-hal yang diharamkan oleh agama seperti bunuh diri, pergi ke dukun, kuburan dan lain-lain.

7. Perbanyaklah Dzikir Dan Baca Quran

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٥٧

“Hai manusia sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhan-mu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”Q.S. Yuunus(10): 57.

“Dari Abdullah bin Umar, Rosulullah bersabda, ‘Sesungguhnya hati ini (bisa) berkarat sebagaimana besi apabila terkena air’. Seorang bertanya, ‘Bagaimana cara menghilangkan karat tersebut, wahai Rosulullah?’. Beliau menjawab, ‘Perbanyak dzikir dan membaca al-Qur’an…..”. H.R. Baihaqi.

K.H. Drs. Shiddiq Amien , MBA berkata: “Upaya dan ikhtiar manusia yang dianjurkan unutk menghindar dari bencana dan petaka antara lain dengan meningkatkan taubat atas segala dosa yang pernah dilakukan, meningkatkan syukur kepada Allah SWT. Atas segala anugrah dan karunia-Nya, menahan diri dari perbuatan-perbuatan dosa, khususnya dosa-dosa besar, lebih khusus lagi dosa-dosa syirik. Serta berperan aktif dalam melaksanakan amar makruf dan nahi munkar.”

8. Sabar Dan Sholat:


فَٱذۡكُرُونِيٓ أَذۡكُرۡكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِي وَلَا تَكۡفُرُونِ ١٥٢

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”Q.S. Al-Baqoroh(2): 153.


وَلَنَبۡلُوَنَّكُمۡ حَتَّىٰ نَعۡلَمَ ٱلۡمُجَٰهِدِينَ مِنكُمۡ وَٱلصَّٰبِرِينَ وَنَبۡلُوَاْ أَخۡبَارَكُمۡ ٣١

“Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu”. Q.S. Muhammad (47) : 31.

“Sungguh mengagumkan urusan orang yang beriman, segala urusannya itu baik, dan tidak dialami hal itu kecuali hanya oleh orang yang beriman. Jika ia mendapat kegembiraan ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika merasakan penderitaan ia bersabar dan itu menjadi baik baginya”. H.R. Muslim.

9. Perbanyak Tahajud:


Panduan Tuntunan Niat Doa Sholat Tahajud Arab Latin dan Artinya

“Robb kita ‘Azza wa Jalla turun setiap malam ke langit dunia ketika masih tersisa sepertiga malam akhir. Dia berfirman: Siapa yang berdoa kepada-Ku, tentu Aku akan mengabulkannya. Siapa yang memohon kepada-Ku, tentu Aku akan memberinya dan siapa yang meminta pengampunan kepada-Ku, tentu Aku akan memberikan pengampunan kepadanya.”H.R. Bukhori, Muslim Ibnu Hiban dll.

10. Perbanyak Berdoa.

“Doa adalah senjatanya seorang yang beriman.” H.R. Hakim.

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

”Sesungguhnya kami adalahmilik Allah dankepada-Nyalah kami kembali.Ya Allah berikanlahpahalakepadaku di dalammusibah (yang) menimpakudangantilahdengan yang lebihbaikdarinya”.H.R. Muslim.

11. Berdakwah.
…….وَلَيَنصُرَنَّ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ ٤٠

“…….Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya.” Q.S. Al-Hajj(22): 40.

12. Melepaskan Kesusahan Orang Lain.

“Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya dan barangsiapa yang melepaskan satu kesusahan saudaranya di dunia maka Allah akan melepaskan satu kebutuhan dirinya di akhirat.” H.R. Bukhori.

B. Cara Menanggapi Musibah

Ibnu Abbas:“Tidak ada seorangpun kecuali ia akan sedih dan gembira, akan tetapi orang yang beriman akan mengangkal musibah-Nya dengan sabar dan menyambut anugerah-Nya dengan syukur.”

Umar bin Khoththob:“Ketika aku mendapat 3 kenikmatan: Musibah itu tidak menimpa agamaku, musibah itu tidak sedahsyat yang kubayangkan, Allah akan memberikan pahala besar atas musibah itu.”

“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu berkaitan dengan anak putrinya, namu dia lalu memperlakukan mereka dengan baik, maka putrinya itu kelak akan menjadi perisai baginya dari api nereka.” H.R. Bukhori dan Muslim.

“Aisyah berkata: Pernah ada seorang wanita miskin datang kepadaku beserta 2 orang putrinya. Aku lalu memberinya 3 butir kurma. Selanjutnya, wanita itu memberikan sebutir kurma kepada masing-masih dari kedua putrinya itu, sementara yang sebutirnya lagi hendak ia makan sendiri. Namun ketika belum jadi ia memakannya, kedua anaknya itu meminta lagi. Dia pun lalu memotong kurma yang hendak dimakannya sendiri itu menjadi dua bagian untuk kedua putrinya. Aku merasa kagum dengan perilakunya itu aku pun lalu menuturkannya kepada Rosulullah. Beliau bersabda: Sungguh, berkat kelakuanya itu, Allah pasti akan memasukannya ke surga atau membebaskannya dari nereka.”H.R. Muslim.

C. Tujuan Di Uji

1. Peringatan Supaya Kembali Ke Jalan Allah

وَلَنُذِيقَنَّهُم مِّنَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَدۡنَىٰ دُونَ ٱلۡعَذَابِ ٱلۡأَكۡبَرِ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ ٢١

“Dan Sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Q.S. as-Sajdah (32): 21).

2. Lebih Taqorub (Mendekatkan Diri Kepada Allah)

Biasanya ketika orang diberi ujian oleh Allah subhanahu wa ta’ala, orang tersebut lebih dekat kepada Allah. Yang tadinya jarang sholat tahajud, jadi getol sholat tahajud. Yang tadinya jarang kemasjid, jadi sering ke masjid dan lain sebagainya. Memang tabiat manusia seperti itu, seringkali untuk dekat dengan Allah harus mendapatkan ujian dulu. Kalau dianalogikan, ada manusia yang ketika dibangunkan dari tidurnya harus dengan di siram air, ada juga yang cukup digoyang-goyangkan badanya, ada juga yang cukup disentuh.

3. Peningkatan Iman (Ladang Amal)

Biasanya orang yang sedang diuji, intensitas dan kwantitas ibadahnya akan lebih banyak dibanding dengan orang yang tidak diuji.

4. Kifarat Dosa

“Tidaklah seorang muslim mengalami kelelahan, rasa sakit, bingung, sedih, gangguan, kesusahan dan tertusuk duri melainkan menjadi penebus dosanya.” H.R. Bukhori dan Muslim.

“Ujian akan terus menimpa seorang mukmin laki-laki dan wanita, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa.”H.R Tirmidzi

5. Tameng dari api neraka

“……Wanita yang manapun yang kematian anaknya sebanyak tiga, maka anak-anaknya itu (kelak pada hari kiamat) menjadi dinding baginya dari api neraka. Bertanya seorang wanita, bagaimana kalau dua. Maka jawab beliau: Ya, begitu juga dua.”H.R. Bukhori. HANCA.

SUMBER BACAAN:
1. Departemen Agama RI, Terjemah dan Tafsir al-Qur’an. J-ART, 2005.
2. Abu Husain Muslim bin Hijaj, Shohih Muslim. Darul Fikr Bairut, 2007.
3. Abu Abdullah Muhammad bin Ismail Bukhori, Shohih Bukhori. Darul Fikr Bairut, 2003.
4. Dudung Abdul Rohman, M.A, Resep Hidup Bangkit Dari Keterpurukan. Yapesdum Press Sumedang, 2005.
5. K.H. Drs. Shiddiq Amien, MBA dan Drs. Encang Saefuddin, Makna Sebuah Musibah Menuju Hidup Lebih Islami. Persis Press Bandung, 2007. Cet. I.
6. Prof. DR. M. Quraish Shihab, MA, Pengantin al-Qur’an. Lentera Hati Tangerang, 2009. Cet. VI.
7. A. Zakaria, Manusia Dan Problematika Hidupnya. Ibnu Azka Press Garut, 2014. Cet. I.
8. Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah, Hikmah al-Ibtilaa’. Edisi Indonesia: Jangan Menyerah Ada Hikmah Dibalik Musibah. Pen: Inayatur Rasyidah. Qisthi Press Jakarta, 2013. Cet. I.

*Apakah bermanfaat?, Share Yaaa !!! 

New comments are not allowed.
loading...